Baturaja, beritakite.com – Infrastruktur jalan yang baik adalah salah satu kewajiban yang mesti disediakan negara untuk menunjang kelancaran transportasi guna meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dengan infrastruktur yang baik maka akan mengurangi biaya transportasi dalam angkutan barang dan jasa sehingga dapat menekan harga komoditas barang utamanya kebutuhan pokok masyarakat menjelang hari raya.
Namun nampaknya harapan rakyat untuk memiliki jalan yang layak tanpa lubang masih jauh di angan-angan, utamanya bagi masyarakat yang melintasi Jalan Lintas Sumatera yang menghubungkan Kabupaten OKU dan kota- kota di pulau Sumatera.
Pantauan beritakite.com sepanjang Jalan Lintas Sumatera yang melintasi Kabupaten OKU terbentang dari simpang Batumarta yang berbatasan dengan Kabupaten OKU Timur hingga ujung Kecamatan Ulu Ogan yang berbatasan dengan Kabupaten Muara Enim selama ini nampak mengalami kerusakan cukup parah pada beberapa ruas jalan, utamanya kawasan Kecamatan Semidang Aji hingga Kecamatan Ulu Ogan, seperti yang telah lama nampak di tikungan dekat SPBU Pengaringan di Desa Pengaringan Kec. Semidang Aji, ruas jalan tersebut telah lama mengalami kerusakan cukup parah, sehingga menjadi rawan terjadi kecelakaan lalu lintas, terlebih jalan rusak tersebut berada di jalan menanjak dan menikung.
Kondisi jalan yang rusak ini banyak di keluhkan pengguna jalan yang melintasi Jalan Luntas Sumatera, Ruslan salah seorang sopir truk angkutan barang menyatakan “Kondisi jalan Lintas Sumatera ini memang parah bang, sudah sejak lama kerusakan terjadi, biasanya akan di perbaiki menjelang lebaran, itu tandanya sudah ada bang” ujar Ruslan sembari menunjuk badan jalan yang telah “dirapikan” lubangnya untuk dilakukan perbaikan.
“Kalau sudah di gali seperti ini biasanya tidak lama lagi akan di perbaiki bang, biasalah bang kalau dekat lebaran pasti jalan ini di perbaiki agar arus mudik lancar” sambung Ruslan.
Wahyudi seorang sopir bus angkutan penumpang juga mengeluhkan kondisi jalan “Rusak parah bang kalau jalan bagus Baturaja – Simpang Meo bisa 1 jam 30 menit, tapi karena kondisi jalan rusak 3 jam baru tembus” ujar sopir angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) tersebut.
Jalan Lintas Sumatera sendiri merupakan jalan nasional yang tanggung jawab perbaikannya menjadi tanggung jawab pusat “Itu jalan nasional dek, jadi bukan kewenangan Pemkab OKU untuk memperbaikinya” ujar seorang pejabat Dinas PU dan Penataan Rauang Kab. OKU yang enggan ditulis namanya.
Namun galian jalan yang akan di perbaiki dan tersebar di sepanjang Jalan Lintas Sumatera tersebut menimbulkan potensi kecelakaan lalu lintas baru, karena tidak ada sama sekali rambu peringatan bahwa jalan sedang di perbaiki, “bahayo nian kak jalan ini khususnyo untuk pengguna motor cak kami, karena cukup dalam lobang yang ado itu mungkin 3-5 cm, apo lagi kalau malam dan habis hujan” ujar Andri pengendara sepeda motor yang kebetulan melintas. (BW)












Komentar