
Lahat, Kedutaan besar Amerika Serikat akan segera dipindahkan ke jerussalem, seperti yang beritakite.com dapatkan melalui informasi televisi bahwa kedubes AS tinggal menghitung hari untuk segera menempati jerussalem sebagai kedubes AS. Terlihat beberapa pekerja mulai mempersiapkan pemasangan penunjuk jalan dan papan nama jalan kedubes AS.
Hal ini dikecam berbagai pihak terutama umat muslim di Indonesia, tidak menutup kemungkinan partai islam PKS yang kemarin melakukan aksi di Monas sebagai bentuk rasa kekecewaan akan hal yang tidak di inginkan. Terutama pembebasan rakyat palestina atas ketidak adilan yang selama 70 tahun terakhir di jajah oleh Isreal.
Sempat menjadi kecaman beberapa Negara pula tindakan dan keputusan sepihak oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan bahwa Jerussalem adalah bagian dari Israel. Meskipun hanya didukung oleh 9 Negara keputusan Trump ini, Ia tetap bersikeras dengan keputusannya, meskipun dukungan PBB setiap negara tidak mendapatkan dukungan dari negara lain.
Kali ini Donald Trump akan memindahkan kedubes AS di Jerussalem. Hal ini membuat setiap umat muslim terutama Indonesia geram dan melaksanakan aksi damai di Monas, Jumat (11/5). Tidak menutup kemungkinan bagi Tubagus Muhamad Abdus Somad, S. Pd. I mengenai hal ini, Ia juga menyatakan bahwa keputusan ini harus di ambil tegas keputasan dan mengutuk keras keputusan pemerintahan Trump yang tetap mengabaikan keputusan majelis PBB sehingga menurunkan kreadibilitas PBB sebagai lembaga pemelihara perdamaian dunia.
Tubagus mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap keputusan Trump, “PKS menuntut keras pemerintahan Trump untuk mendengar aspirasi masyarakat Internasional dengan segera membatalkan rencana pemindahan kedutaan besarnya.” Sabtu (12/5)
“PKS mengharapkan kepada PBB untuk segera menyikapi arogansi pemerintah Trump dalam keputusan pemindahan Kedubes AS mengingat anggota PBB telah menolak melalui voting 21 Desember 2017. Dan juga PKS mengajak seluruh elemen bangsa Indonesia untuk melakukan aksi nyata terhadap keputusan pemerintahan Trump.” Tegas Tubagus. (Vinna)












Komentar