oleh

Sekembalinya Aku Nanti

Sekembalinya Aku Nanti

Masih adakah kebencian di sana

Di galengan yang saban hari menjuntai di pelupuk mata

Di riak sungai, di surau tua, yang kian hangat di kepala

Angin mana yang sudi meniupkan

hitam kisah bujang terbuang

yang mengubur daun inai yang gugur

di halaman

muara sesat laku masa lalu

Sekembalinya aku nanti

Beranda mana yang masih memahat

kekata lama:

Biar petang berarak mendung

Takkan rundung hangat mentari

Biar hilang anak dikandung

Takkan limbung adat berdiri

Sekembalinya aku nanti

Akankah aku terasing

Di tanah tersayang

Tempat ku pulang dan berpulang

Lahat, 2017

 

banner 728x700

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *