Andrie Zuliansyah, S.P./ dok. pribadi

Pertanian Penyelamat OKU Timur di Kala Pandemi

Oleh : Andrie Zuliansyah, S.P.
Penulis adalah Tokoh Pemuda & Pendiri RB DEPATI

 

Situasi pandemi Covid-19 yang melanda dunia belum berakhir, meskipun angin segar vaksinasi mampu sedikit meredakan suasana. Banyak negara yang mengalami krisis ekonomi yang diakibatkan pandemi, termasuk Indonesia. Menurut BPS, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2020, -2,07% dan Sumatera Selatan pada tahun 2020 sekitar -0,11%.

Alhamdulillah, kondisi perekonomian yang negatif pada tingkat nasional dan provinsi tidak berlaku untuk kabupaten OKU Timur. BPS mencatat pertumbuhan ekonomi OKU Timur pada tahun 2020 mengalami tren positif, meskipun hanya tumbuh 0,41%. Pertumbuhan ekonomi OKU Timur merupakan pertumbuhan ekonomi tertinggi di antara 17 kabupaten/kota yang ada di Sumatera Selatan.

Kita patut berbangga, positifnya pertumbuhan ekonomi OKU Timur ini, menurut penulis disebabkan karena back bone (tulang punggung) roda perekonomian OKU Timur ditopang oleh sektor pertanian yang relatif tidak terguncang. Sektor pertanian menjadi potongan kue ekonomi terbesar dalam perekonomian OKU Timur dalam Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) 2020 menurut Harga Berlaku, yaitu sebesar 32,94% (5,02 triliun).

Kue ekonomi di bidang pertanian juga sangat determinan dalam menopang tingkat pengangguran masyarakat OKU Timur. Sebab, 60% dari angkatan kerja yang ada di OKU Timur mengantungkan diri dari sektor pertanian. Dalam perspektif lain, sektor pertanian mampu menyangga angka kemiskinan. Ini dibuktikan dengan stagnannya persentase angka kemiskinan tahun 2020 pada 10,43% (71.100 jiwa). Sektor pertanian menyelamatkan OKU Timur di masa pandemi.

Sektor pertanian sebagai penyangga ekonomi kita bukanlah tanpa masalah. Kelangkaan pupuk bersubsidi dan turunnya harga beras di pasaran akhir-akhir ini menjadi guncangan klise pada sektor pertanian, terutama untuk petani yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini. Kita patut apresiasi tindakan cepat dari bupati OKU Timur, Pak Lanosin segera mengirim surat kepada Bulog cabang OKU Timur untuk tetap menyerap gabah dan beras pertanian sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Memproteksi sektor pertanian secara tersistem adalah keharusan yang dilakukan oleh stakeholder OKU Timur, terutama bupati anyar kita. Dalam pidato sertijab beberapa waktu yang lalu setidaknya ada 8 poin yang akan beliau laksanakan selama periode kepemipinannya. Di poin nomor 5, beliau ingin meningkatkan perekonomian daerah yang berbasis pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan dengan mendirikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pangan.

BUMD Pangan adalah salah satu niat baik Pak Bupati Lanosin untuk memproteksi dan mengembangkan sektor pertanian OKU Timur secara sistematis. Kita patut apresiasi hal tersebut. Meskipun tidak ada jaminan bahwa BUMD Pangan tersebut akan menjadi panacea (obat mujarab) yang akan menyelesaikan permasalahan pertanian di OKU Timur. Tapi, setidaknya BUMD Pangan mampu menjadi pioneer untuk kemajuan di bidang pertanian.

Keunggulan kabupaten OKU Timur dalam sektor pertanian telah menyelamatkan kita dari ujung tanduk pandemi covid-19. Sudah sepatutnya, Pemerintah Daerah dan masyarakat OKU Timur bergandengan tangan untuk memproteksi dan mengembangkan sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian. Sebab tanpa kedua belah pihak bersinergi, kebijakan yang dibuat tidak akan sesuai dengan keadaan yang ada di lapangan.

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

two × four =