Pangkal Pinang, beritakite.com – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hari ini mengadakan acara dialog kebangsaan. Acara yang diawali dengan pemotongan tumpeng HUT GPII yang ke-73 tahun berlangsung hikmat meski Pangkal Pinang diguyur hujan lebat. (01/12/2018)
Secara simbolis pemotongan tumpeng dilakukan oleh Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Drs H Abdul Fatah sekaligus menyampaikan pandangannya tentang Peluang dan tantangan Generasi Milenial secara global.
Dalam dialog ini GPII mengangkat isu strategis yakni “peran pemuda milenial dalam merawat kebangsaan”. Dalam sambutannya Syafri Hariansah selaku Ketua GPII secara singkat menyampaikan kilas balik perjalanan GPII dari awal kemerdekaan hingga tetap eksis sampai hari ini.
“GPII siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun bangsa dan negara sekaligus menjadi mitra kritis bagi pemerintah,” sambungnya.
Dalam sambutannya ia juga menyampaikan keperihatinannya terhadap persoalan bangsa khsusnya terhadap potensi disintegrasi bangsa yang siap mengacam keutuhan bineka tunggal ika kapan saja.
Di ahkir sambutanya secara tegas ia mengatakan secara organisatoris GPII wilayah Bangka Belitung tidak berafiliasi pada partai politik manapun apalagi terlibat dalam persoalan mendukung salah satu calon presiden.
“Saya pastikan insyallah GPII dalam posisi yang sangat netral jadi tidak perlu bersuudzon ke GPII Babel. GPII Babel ini organisasi dakwah anak muda yang pada dasarnya mencari rido Allah SWT,” tutupnya.
Dialog yang dihadiri oleh tokoh-tokoh “kekinian” ini berlangsung sangat meriah. Ditengah guyuran hujan dan sejuknya ruangan. Hadir dalam kegiatan ini Ahmadi Sopian sebagai penggiat isu sosial dan budaya, Ustad Kurnia Lc MA sebagai tokoh muda dibidang agama dan Muhammad Irham sebagai ketua KNPI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.














Komentar